Dua Lipa Buka ‘Manifesto Library’, Koleksi 100 Buku Dengan Tajuk Yang Diharamkan
Manifesto Library dibuka di dalam kedai buku bersejarah, Livraria Lello yang terletak di Porto, Portugal.
- Dua Lipa has opened the Manifesto Library at Livraria Lello in Porto, Portugal, featuring 100 banned or controversial books celebrating freedom of expression.
- The collection is organised into four chapters: Power, Control, Voice, and Memory, featuring titles such as Animal Farm, The Handmaid's Tale, and To Kill A Mockingbird.
Jangan lupa follow channel Telegram TRPbm untuk ketahui updates semasa & relevan!
Sebelum internet menjadi rujukan ramai, buku merupakan sumber utama yang menjadi pintu kepada ilmu dan idea baharu.
Ada kalanya, kandungan-kandungan yang bersifat radikal menjadi sumber inspirasi golongan tertentu dalam memperjuangkan hak dan kepercayaan mereka.
Tidak mengejutkan apabila terdapat buku-buku sedemikian yang diharamkan oleh pihak berkuasa setempat.
Namun di sebalik larangan penerbitan, kebanyakan ‘buku-buku haram’ masih diraikan oleh para pencinta buku atau bibliophile, atas dasar ilmu dan kebebasan bersuara.
Dua Lipa Buka Manifesto Library Di Livraria Lello, Abadikan 100 Buku ‘Manifesto Kebebasan’
Artis antarabangsa Dua Lipa, yang terkenal dengan cintanya terhadap buku, baru-baru ini membawa kelainan apabila membuka Manifesto Library dengan pilihan 100 buku.
100 tajuk yang diiktiraf sebagai ‘manifesto kebebasan’ itu diabadikan dalam satu koleksi tetap menerusi kerjasama antara kelab buku yang diasaskan oleh Dua Lipa, Service95 Book Club dan kedai buku bersejarah, Livraria Lello di Porto, Portugal.
Menurut Service95, kebanyakan buku-buku tersebut telah diharamkan dari penerbitan, dilucutkan dari kurikulum sekolah atau dikeluarkan dari sistem perpustakaan. Semuanya demi mengelakkannya menjadi bahan bacaan orang ramai.
Namun bukan sekadar status sebagai buku haram, tetapi Manifesto Library menjadi tempat yang mengumpulkan tajuk-tajuk yang hangat dibincangkan oleh masyarakat, termasuk perbahasan tentang bangsa, jantina, identiti dan kuasa politik.
“Perpustakaan ini ialah ‘kuil’ kepada buku-buku yang telah hilang, kepada penulis dengan keberanian untuk mendedahkan struktur kuasa dan kawalan, dan kepada pembaca yang enggan diberitahu buku apakah yang mereka boleh baca,” kata Dua Lipa.
Kebanyakan Buku Di Manifesto Library Pernah Diharamkan
Kebanyakan daripada buku yang dipilih di Manifesto Library pernah diharamkan penerbitannya. Namun pengharaman buku seringkali dikaitkan dengan agenda politik, tanpa mengambil kira apakah niat sebenar penulis.
Contohnya, Animal Farm oleh George Orwell yang dianggap propaganda anti-komunis telah diharamkan oleh Joseph Stalin di Soviet Union.
Sebaliknya, buku Nineteen Eighty Four oleh penulis sama, pula diharamkan oleh satu kumpulan ibu bapa di Jackson, Florida pada 1981 kerana dianggap sebagai bahan pro-komunis.
Tajuk-tajuk lain yang terkenal yang menjadi sebahagian koleksi di Manifesto Library termasuk The Hunger Games, The Catcher in the Rye, To Kill A Mockingbird dan The Kite Runner.
“Buku yang diturunkan dari rak, menjadi keputusan terhadap soalan-soalan yang ditanya, kisah siapa yang dibawa ke masa hadapan dan kehidupan manakah yang dipercayai bernilai untuk difahami,” kata Dua Lipa.
Power, Control, Voice & Memory: 4 Bab Di Manifesto Library
Dua Lipa berkata Livraria Lello dipilih sebagai lokasi Manifesto Library kerana merupakan tempat terletaknya karya-karya aktivisme, reimagining, dan penentangan yang menjadi rujukan para artis dan golongan radikal sejak berabad lamanya.
Koleksi 100 buku itu disusun mengikut empat bab: Power, Control, Voice dan Memory.
Memetik Vogue Adria, berikut merupakan tajuk-tajuk bagi setiap bab:
Power
- A Case of Exploding Mangoes – Mohammed Hanif
- A Dictator Calls – Ismail Kadare
- A History of Reading – Alberto Manguel
- Felon – Reginald Dwayne Betts
- Free – Lea Ypi
- Glory – NoViolet Bulawayo
- In Cold Blood – Truman Capote
- Jerusalem – Gonçalo M. Tavares
- Kleptopia: How Dirty Money is Conquering the World – Tom Burgis
- Lula Dean’s Little Library of Banned Books – Kirsten Miller
- Men Who Hate Women – Laura Bates
- Nineteen Eighty-Four – George Orwell
- One Day, Everyone Will Have Always Been Against This – Omar El-Akkad
- Putin’s Russia – Anna Politkovskaya
- The Crucible – Arthur Miller
- The Feast of the Goat – Mario Vargas Llosa
- The Grapes of Wrath – John Steinbeck
- The Second Sex – Simone de Beauvoir
- Unfree Speech: The Threat to Global Democracy and Why We Must Act – Joshua Wong i Jason Y. Ng
Control
- A Clockwork Orange – Anthony Burgess
- Ai Weiwei on Censorship – Ai Weiwei
- Animal Farm – George Orwell
- Blindness – José Saramago
- Brave New World – Aldous Huxley
- Careless People: A Story of Where I Used to Work – Sarah Wynn-Williams
- Fahrenheit 451 – Ray Bradbury
- Naked Lunch – William S. Burroughs
- One Flew Over the Cuckoo’s Nest – Ken Kesey
- The Accusation – Bandi
- The Burnout Society – Byung-Chul Han
- The Handmaid’s Tale – Margaret Atwood
- The Hunger Games – Suzanne Collins
- The Melancholy of Resistance – László Krasznahorkai
- The Memory Police – Yōko Ogawa
- The Noise of Time – Julian Barnes
- The Trial – Franz Kafka
Voice
- A Thousand Splendid Suns – Khaled Hosseini
- Another Country – James Baldwin
- Are You There God? It’s Me, Margaret – Judy Blume
- Born A Crime – Trevor Noah
- Decolonising the Mind – Ngũgĩ wa Thiong’o
- Erasure – Percival Everett
- Gender Queer – Maia Kobabe
- Girl, Woman, Other – Bernardine Evaristo
- Hard Like Water – Yan Lianke
- Heartstopper – Alice Oseman
- I Know Why The Caged Bird Sings – Maya Angelou
- Invisible Man – Ralph Ellison
- Milk and Honey – Rupi Kaur
- My Friends – Hisham Matar
- My Pen Is The Wing Of A Bird – Afghan Women (Avganistanske autorke)
- Nineteen Minutes – Jodi Picoult
- Olhos d’Água – Conceição Evaristo
- On Earth We’re Briefly Gorgeous – Ocean Vuong
- Stamped: Racism, Antiracism, and You – Jason Reynolds i Ibram X. Kendi
- Swimming in the Dark – Tomasz Jędrowski
- That Hair – Djaimilia Pereira de Almeida
- The Absolutely True Diary of a Part-Time Indian – Sherman Alexie
- The Adventures of Huckleberry Finn – Mark Twain
- The Catcher in the Rye – J. D. Salinger
- The Color Purple – Alice Walker
- The Dark Side of Skin – Jeferson Tenório
- The God of Small Things – Arundhati Roy
- The Hate U Give – Angie Thomas
- The Metamorphosis – Franz Kafka
- The Satanic Verses – Salman Rushdie
- The Three Marias: New Portuguese Letters – Maria Isabel Barreno, Maria Teresa Horta, Maria Velho da Costa
- The Vegetarian – Han Kang
- Their Eyes Were Watching God – Zora Neale Hurston
- There There – Tommy Orange
- Things Fall Apart – Chinua Achebe
- This Book Is Gay – Juno Dawson
- To Kill A Mockingbird – Harper Lee
- We Are Displaced – Malala Yousafzai
- We Are Not Numbers: The Voices of Gaza’s Youth – uredili Ahmed Alnaouq i Pam Bailey
Memory
- Beloved – Toni Morrison
- Half of a Yellow Sun – Chimamanda Ngozi Adichie
- Istanbul: Memories and the City – Orhan Pamuk
- Looking at Women Looking at War – Victoria Amelina
- Maus – Art Spiegelman
- Oblivion: A Memoir – Héctor Abad Faciolince
- One Hundred Years of Solitude – Gabriel García Márquez
- Pachinko – Min Jin Lee
- Patriot – Alexei Navalny
- Persepolis – Marjane Satrapi
- Soldiers of Salamis – Javier Cercas
- The Bastard of Istanbul – Elif Shafak
- The Book Thief – Markus Zusak
- The Books of Jacob – Olga Tokarczuk
- The Diary of a Young Girl – Anne Frank
- The House of the Spirits – Isabel Allende
- The Kite Runner – Khaled Hosseini
- The Last Kabbalist of Lisbon – Richard Zimler
- The Machine to Make Spaniards – Valter Hugo Mãe
- The Most Secret Memory of Men – Mohamed Mbougar Sarr
- The Murmuring Coast – Lídia Jorge
- The Return – Dulce Maria Cardoso
- The Sympathizer – Viet Thanh Nguyen
- The Unbearable Lightness of Being – Milan Kundera
- Wild Swans – Jung Chang
Tintabudi Di TTDI Pernah Terpilih Sebagai ‘Indie Bookshop of the Month’ Oleh Service95
Sebelum ini, bintang pop keturunan Albania itu pernah memaparkan sebuah kedai buku di Malaysia menerusi Service95 Book Club.
Kedai buku Tintabudi yang terletak di TTDI, Kuala Lumpur dipilih sebagai ‘Indie Bookshop of the Month’.
Pemilihan ini dibuat berdasarkan kepada tajuk-tajuk buku yang ditawarkan oleh Tintabudi, termasuk ruang yang disediakan bagi ahli komuniti untuk sesi membedah buku, ceramah umum dan bengkel.
Baca Artikel Berkaitan: “My Favourite Is Kuala Lumpur” – Dua Lipa
Baca Artikel Berkaitan: Dua Lipa Sekali Lagi Tegas Dengan ‘Israel Genosid’, Sanggup Hadapi Kecaman Demi ‘Kebaikan Sejagat’
Kongsi cerita viral & terkini bersama kami di media sosial TRPbm Facebook, Twitter, Threads dan Instagram.